sbobet mobile, sbobet wap Sbobet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Agen Bola Quo Vadis, AS Roma?

Quo Vadis, AS Roma

Quo Vadis, AS Roma?

Agen Bola – Langit di atas Trigoria – markas latihan AS Roma – tampak mendung kelabu awal bulan Juni kemarin. Diawali dengan kekalahan 0-1 Roma dari Lazio di final Coppa Italia, memupuskan harapan terakhir bagi AS Roma untuk berlaga di level Eropa musim depan, setelah performa yang tidak konsisten di Serie A membuat mereka hanya menduduki peringkat keenam di akhir musim.

Hanya naik satu peringkat dari akhir musim lalu, tidak cukup untuk membawa Il Lupi bermain di Europa League. Ini merupakan musim kedua sejak investor Amerika mengambil alih kepemilikan klub dan prestasi Roma tetap terpuruk. Franco Baldini, direktur AS Roma, mengundurkan diri dan pindah menjadi direktur teknis Fulham. Banyak yang bilang itu sebuah bentuk pertanggungjawabannya, namun lebih banyak yang menganggapnya kabur dan mengutuknya. Tampuk kepelatihan AS Roma juga kosong, seiring tidak dikontraknya Aurelio Andreazzoli – yang menggantikan Zdenek Zeman – sebagai pelatih tetap. Ada banyak nama yang disebutkan sebagai calon penggantinya, namun satu demi satu membantah atau memilih melatih klub lain, di antaranya Laurent Blanc, Roberto Mancini, dan Walter Mazzarri. Rudi Garcia yang ditunjuk pada tanggal 12 Juni 2013 pun tidak disambut dengan antusiasme – banyak yang merasa dia hanya pilihan terakhir. Bursa transfer pergantian musim ini pun disambut lesu pada awalnya bagi Romanisti – pendukung AS Roma. Isu kepindahan wakil kapten Daniele De Rossi yang semakin santer – bukan isu baru, sudah semacam berita rutin setiap jeda kompetisi – dan bek muda Marquinhos yang diincar begitu banyak klub-klub besar Eropa bak kembang desa baru.

Miralem Pjanic dan Erik Lamela juga sempat dirumorkan akan pindah. Pablo Osvaldo, striker utama La Maggica musim lalu, jelas akan dijual karena tingkah lakunya di ruang ganti. Dan kiper utama Roma Maarten Stekelenburg juga hengkang ke Fulham, akhir cerita yang dia sudah nantikan sejak Januari lalu. Sebelumnya, sudah banyak fans yang sinis dengan perburuan pemain yang dilakukan AS Roma. Bos dari Amerika dianggap tidak sungguh-sungguh memburu pemain bagus, lebih sering membeli pemain muda yang dianggap sebagai investasi masa depan. Tuduhan yang dialamatkan adalah Roma membeli pemain hanya berbekal menonton rekamannya di Youtube, video-video dengan judul “The New <masukkan nama pemain terkenal di sini>”. Dan itu, luar biasa konyol.

Bila mengevaluasi ulang kinerja Roma di bursa transfer dua musim terakhir, tidak ada yang berhak meragukan keseriusan pemilik baru Roma untuk memperkuat skuad. Bulan Juni-Agustus 2011 misalnya, memang benar bahwa Roma mendatangkan banyak pemain muda dari berbagai klub. Erik Lamela (River Plate), Bojan Krkic (Barcelona), Miralem Pjanic (Lyon), dan Jose Angel (Sporting Gijon) merupakan pemain muda yang dibeli. Juga ada Simon Kjaer (Wolfsburg) dan Fabio Borini (Parma), yang didatangkan dengan status pinjaman namun ada opsi untuk merekrutnya secara permanen. Namun Il Giallorossi juga mendatangkan pemain berpengalaman seperti Maarten Stekelenburg, Gabriel Heinze, Pablo Osvaldo, Marco Borriello, dan Fernando Gago, menghabiskan tidak kurang dari 70 juta Euro di bursa transfer musim itu saja. Agen Bola