sbobet mobile, sbobet wap Sbobet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Apa Kabar Brazil !!!

brazil - agenbolaberita.comBerita World Cup – Ditengah riuhnya pertandingan, stadion yang dipenuhi oleh sorakan, nyanyian, dan hinaan dari lebih 50.000 fans yang duduk di tribun, mood festival, inilah Brazil. Kebanyakan fans yang duduk di stadion memakai corak warna yang mencolok, memenuhi oemandangan dengan warna hitam, merah, dan putih tapi memakai kostum yang unik, disana ada Elvis, Jesus, Superman, Centurion dan Cobra (lengkap dengan ular raksasa dari plastic) menambah atmosfir karnaval adalah drummers tradisional Brazil dan aroma barbeque yang sudah dibakar sebelum pertandingan.

Sementara itu pertandingan berjalan tidak buruk, khas Brazil dengan beberapa sentuhan, walaupun bukan sentuhan kelas dunia. Yah, kita menyaksikan pertandingan di kandang Santa Cruz, klub divisi ketiga Brazil yang diklaim memiliki fans terfanatik se Brazil, bahkan sedunia. Masuk akal dikatakan demikian karena rata-rata penonton yang berkunjung ke stadion ini lebih banyak daripada klub raksasa Brazil seperti Flamengo, Botafogo, atau Fluminese. Untuk derby besar, penonton yang hadir malah lebih banyak daripada di Stamford Bridge dan Etihad.

 Tapi di tanah Brazil yang menjadi pusat sepak bola dunia untuk tahun depan ini, kita juga akan merasa bahwa tahun depan tak akan berlangsung dengan mudah. kekerasan, korupsi, gentrifikasi, dan penampilan yang buruk dari tim nasional telah menurunkan kepercayaan diri sepak bola Brazil, yang merasakan transisi menyakitkan dari turnamen yang akan berlangsung tahun depan. penonton di stadion menurun, kekerasan makin merajalela, dan asosiasi sepak bola brazil sedang terjangkit korupsi, kerahasiaan, dan mismanajemen dalam persiapan menuju Piala Dunia 2014.

 Recife akan menjadi tuan rumah lima pertandingan Piala Dunia dan stadion baru bernilai 180 juta pounds akan dibangun di daerah pinggiran kota. Pembangunan ini dilakukan untuk mengembangkan salah satu daerah termiskin di Brazil. tapi yang tak diperhatikan oleh pemerintah Brazil adalah penonton merasa jauh dari segi financial, geografis, dan budaya.

 “Aku tak dapat membeli tiket, aku miskin. Aku hidup di tengah kemiskinan. Aku tak tahu siapa yang hendak melihat Piala Dunia,” ujar salah satu fans Santa Cruz terkenal, Bacalhau,yang mendukung tim sejak 38 tahun lalu, dan mengecat giginya dengan warna kebanggaan timnya, tri-colour.

 “Saya sebenarnya tak tertarik dengan tim nasional,” fans lain mengomplain, Jesus Tricolor, yang telah datang di pertandingan sebagai Messiah dalam 12 tahun. ”Sepak bola di level atas terlalu korup hingga saya telah kehilangan kepercayaan pada mereka. Sekarang sepak bola berkaitan dengan uang. Piala Dunia tidak berkontribusi apapun pada masyarakat. Sepak bola telah menjadi olahraga elite.”

 Fans di semua negara memang suka menggerutu, tapi kekcewaan dan kecurigaan tentang cara sepakbola dijalankan di Brazil mengancam turnamen yang disebut-sebut akan menjadi yang terbaik di dunia. Lebih dari setengah abad, Brazil telah mendefisinikan sepak bola. Dalam terms sukses, gaya, dan cara bersenang-senang, Brazil telah membuat standar yang diikuti oleh tim-tim lain di dunia. Kita mengharapkan tahun depan adalah Piala Dunia yang paling diantisipasi oleh supporter.

 “Orang Inggris selalu mengatakan kalau rumah sepak bola adalah Inggris karena mereka memperkenalkan aturan bermain sepak bola untuk kali pertama, tapi semangat sepak bola sejati ada di Brazil. Yang terbaik tentang sepak bola ada disini,” kata Walter de Gregorie, Direktur Komunikasi FIFA.

 Mungkin perkataan direktur FIFA benar adanya. Klub seperti Santa Cruz memberikan jawabannya. Di Serie A, rata-rata penonton mengalami penurunan 13,6% dari tahun lalu, menyisakan angka 13.196 orang. J League dari Jepang dan MLS sekarang menjadi liga dengan penonton terbanyak.

 Brazil sekarang tak sepeti dulu, penonton yang datang ke stadion menurun jauh. Kekerasan adalah biang keladinya ..

Bersambung.