sbobet mobile, sbobet wap Sbobet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Legenda: Ricky Yacobi

ricky yacobi

LEGEND: RICKY YACOBI

Berita World Cup – Ricky Yacobi atau yang lebih dikenal dengan nama tenar Ricky Yacob, adalah salah satu pemain legendaris di kancah persepak bolaan Indonesia. Penyerang andalan Indonesia di era 80an sekaligus kapten tim merah putih pada tahun 1987 – 1990, namun sebenarnya karirnya di timnas Indonesia dimulai sejak 9 Desember 1985. Pada masa itu timnas merah putih sempat menjadi juara SEA GAMES yaitu pada tahun 1987 dengan mengalahkan timnas Malaysia dengan skor -0, serta pada tahun 1991 dengan mengalahkan timnas Thailand lewat adu tendangan penalty dengan skor 4-3.

Ricky juga sempat mendapat julukan Paul Breitnernya Indonesia, yang didapatnya saat memimpin timnas Indonesia pada Asian Games 1986 yang di adakan di Seoul, Korea Selatan. Saat itu permainan ricky sedang pada puncaknya, ketika itu tim nasional Indonesia hanya kalah 0-2 dari Arab Saudi dan bermain imbang 1-1 melawan Qatar. Tim Indonesia lalu menang 1-0 lawan Malaysia dan menang 4-3 (penalty) melawan Uni Emirat Arab (UEA). Ricky mengagetkan orang ketika ia mencetak gol sewaktu melawan UEA. Gol voli dengan tendangan langsung tanpa sempat menyentuh tanah, ia lesakan dari sisi kiri gawang UEA dalam jarak yang amat jauh.

Setelah itu karir Ricky Yakob semakin cemerlang ditandai dengan direkrutnya dia buat bermain di liga Jepang, dan bermain untuk klub Matsushita yang sekarang dikenal dengan nama Gamba Osaka. Namun sayangnya Ricky Yacob gagal menunjukkan permainan terbaiknya, karena kesulitan beradaptasi dengan cuaca di Jepang yang sangat dingin. Di klub matsushita dia hanya bermain di empat pertandingan dengan mencetak satu gol saja. Setidaknya Ricky Yacob tercatat memperkuat tim nasional merah putih sebanyak 31 kali dalam kurun waktu lima tahun, dan tercatat menyumbangkan lima gol. Namun sepertinya itu kurang akurat, karena setidaknya Ricky Yacob menyumbangkan 15 gol untuk timnas garuda di ajang resmi.

Sementara di tingkat klub, karir sepak bolanya banyak dihabiskan bersama klub Arseto Solo, selebihnya dia bermain untuk PSMS Medan. Sayangnya dia belum pernah mengantarkan timnya menjadi Juara di tingkat klub. Saat ini di usianya yang ke 50 (lahir di Medan, Sumatera utara, 12 Maret 1963), Ricky Yacob menjadi pelatih dengan membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) Ricky Yacobi. SSB yang di binanya berlokasi di Lapangan F, komplek Senayan. Di sekolah sepak bola itu Ricky banyak membina talenta-talenta muda berbakat berusia 7 – 12 tahun dan dai keluarga kurang mampu. Dan di SSB ini Ricky membebaskan iuran buat para siswanya. Karena menurutnya sekolah sepak bola yang memiliki kurikulum teori kelas dan praktik itu akan langgeng meski tanpa iuran dari murid. Pasalnya, sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Kelompok Pecinta Olahraga Sepak Bola Senayan (KPOSS) itu telah banyak menarik simpati donatur misalnya American Express Foundation. Di samping itu, KPOSS telah menyewa lapangan F untuk jangka waktu lima tahun. Di PSSI, Ricky kemudian duduk menjadi direktur pembinaan usia muda PSSI. Pada tahun 2011 dalam ajang pertandingan amal antara Timnas Indonesia All Star Legend melawan Tim AC. Milan Glory. Dalam pertandingan itu Ricky Yacob ternyata masih menunjukkan performa primanya diatas lapangan. Dia berhasil membobol gawang tim AC. Milan Glory yang dijaga oleh masimo Taibi, dimana tendangan yang tidak terlalu keras ke pojok kanan gawang ternyata tidak mampu dihalau oleh kiper veteran AC, Milan tersebut.