sbobet mobile, sbobet wap Sbobet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Perez Tidak Ingin Ada Rasis Di Bernabeu

Perez Tidak Ingin Ada Rasis Di Bernabeu

Perez Tidak Ingin Ada Rasis Di Bernabeu

Sebagai salah satu antisipasi awal dari aksi rasis membuat Real Madrid memiliki salah satu pemikiran jitu. Ide tersebut dengan menyingkirkan pendukung garis keras ‘Ultras Sur’ dari posisi yang biasa mereka tempati saat ini di stadion Santiago Bernabeu. Ide brilian itu coba dicetuskan presiden klub Florentino Perez, yang ingin mengisi posisi tersebut dengan orang-orang muda dan hanya antusias sebagai salah satu suporter dan tentunya memiliki sikap dan watak yang bukan jiwa pemberontak dan rasial. Salah satu upaya dari Florentino Perez itu ternyata sudah diketahui oleh pihak media terlebih dulu, dan tidak ada yang tahu siapa yang membocorkan rencana tersebut, sehingga membuat sang presiden hilang kesabaran dengan pendukung garis keras ‘Ultras Sur’, yang menyanyi dan melantunkan untuk membawa suasana di Bernabeu menjadi tidak terkendali, dan memang dalam beberapa kesempatan terakhir, para pembuat rusuh itu terlibat dalam banyak insiden kekerasan dan ofensif selama bertahun-tahun.

Menurut pernyataan klub yang dirilis melalui situs resmi klub selama liburan musim dingin, memberikan konfirmasi kalau pihak klub sedang berupaya membuka pendaftaran kembali dari pemegang tiket terusan, yang rela bersedia pindah tempat dari posisi di dekat lapangan untuk bergabung dengan bagian yang baru. “Klub Sepakbola Real Madrid ingin mengumumkan proses re-organisasi lengkap dari ‘Grada de Animacion’ di Sektor Selatan Stadion Santiago Bernabeu dan mengundang semua anggota yang memegang tiket terusan untuk mengirimkan permintaan jika mereka ingin merasakan posisi yang baru di area tersebut,” bunyi pernyataan klub. “Kami membuka periode permintaan ini dari 15 Januari 2014 dan aplikasi harus dikirim melalui email atau secara online pada halaman layanan pelanggan para anggota. Dalam peraturan yang baru untuk memenuhi Sisi Selatan ‘Grada de Animacion’ dalam kondisi bahwa pemohon harus memenuhi persyaratan yang tersedia di halaman tersebut.”

Salah satu hal yang menyebabkan pemberlakuan aturan baru ini diperkuat setelah empat pendukung mendapatkan denda sebesar 3,000 euro setelah membentangkan logo swastika dan simbol Nazi lainnya, saat kekalahan di kandang dari Atletico Madrid pada Oktober lalu yang berimbas kepada hukuman selama 12 bulan dari kegiatan klub. Sementara sikap dari pendukung Real Madrid belakangan ini semakin aneh tindak-tanduknya, setelah beberapa anggota kelompok dalam kabar baru-baru ini menjual buku kenangan kaum fasis di pasar-pasar sekolah. Dalam insiden belakangan tersebut, sepertinya kubu Real Madrid ingin memanfaatkan kesempatan dari perpecahan yang terdiri dari 1,000 kelompok yang cukup kuat untuk membawa suatu perubahan. Salah satu sektor yang terletak di belakang gawang sisi selatan, yang biasanya dihuni oleh kaum ultras menjadi kosong dalam beberapa bulan belakangan ini, di mana kabar yang berkembang di media Spanyol mengungkapkan bahwa telah terjadi pergolakan antar kepemimpinan dalam suatu kelompok yang sedang berlangsung saat ini.

Menurut El Mundo mengklaim sebuah faksi sayap kanan yang lebih radikal dan sebagian besar dihuni oleh kaum lebih muda telah mengambil alih kelompok, dengan kepemimpinan sebelumnya yang telah dipinggirkan, setelah serangkaian tawuran antar pendukung yang terjadi di sekitar stadion pada suatu pertandingan lalu.