Tag Archives: fabio capello

Agen Bola Xavi Terbaik Dalam Satu Dekade

Xavi Terbaik Dalam Satu Dekade

Xavi Terbaik Dalam Satu Dekade

Agen Bola – Fabio Capello memuji gelandang veteran Xavi Hernandez. Pelatih yang kini membesut tim nasional Rusia itu menganggap kapten Barcelona itu sebagai pemain tengah terbaik di sepanjang 10 tahun terakhir. Pemain berusia 33 tahun telah mengukir rekor penampilan di Barcelona sebanyak 650 pertandingan sejak mengawali debut perdana pada musim kompetisi 1998/99, di mana ia telah mempersembahkan 22 gelar untuk klub Catalan, termasuk tiga diantaranya dari arena Liga Champions. Xavi juga merupakan salah satu sosok pemain yang turut andil dalam membawa tim ‘Matador’ Spanyol menjuarai gelar EURO back-to-back dan Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan. Walaupun Barcelona telah kehadiran bintang baru asal Brasil, Neymar da Silva, pada musim panas lalu, pelatih Fabio Capello tetap bersikeras bahwa posisinya tidak akan tergoyahkan sebagai gelandang terbaik di dunia.

“Xavi Hernandez merupakan salah satu pemain tengah yang terbaik dalam kurun satu dekade terakhir,” puji mantan pelatih Real Madrid, sebelum menambahkan: “Neymar bisa menjadi salah satu pemain berpengaruh di Barcelona untuk masa mendatang.” Capello kemudian menyinggung kiprah rekan sekompatriotnya Carlo Ancelotti yang berada dalam situasi yang kurang menguntungkan di Real Madrid dan menegaskan bahwa mantan pelatih AC Milan itu masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan sentuhannya lagi di klub raksasa La Liga. “Ancelotti masih membutuhkan waktu. Para pemain harus bisa beradaptasi dengan gaya permainan yang dianutnya. Bagi saya, Real Madrid tetap menjadi favorit kuat untuk memenangkan gelar Liga Champions di musim ini.”

Real Madrid saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan kedua Grup B Liga Champions, melawan FC Copenhagen. Ahli strategi berkebangsaan Italia itu merupakan salah satu pelatih yang membidani tim berbasis di Santiago Bernabeu kedua kali dalam rentang beberapa tahun, di mana pertama kali ia membesut Roberto Carlos dan rekan-rekannya pada musim 1996-97 dan pada era 2006-07. Hebatnya lagi selama membidani klub raksasa La Liga, Capello selalu mempersembahkan gelar domestik yaitu di kompetisi La Liga. Namun bukan Madrid bila tidak mengambil langkah tegas, setelah di musim 1996-97 Real Madrid tidak mampu menggondol gelar Liga Champions, sehingga membuat Capello harus menerima kenyataan dengan pemecatan yang dilayangkan pihak manajemen tim.

Meski demikian selepas menangani Real Madrid, Capello tidak perlu menunggu waktu lama untuk menganggur, setelah AC Milan langsung menampungnya kembali setelah sebelum menjejaki ke La Liga, ia terlebih dulu menekuni bidang kepelatihan di Rossoneri. Capello merupakan salah satu pelatih berbakat untuk Milan, di mana ia mempersembahkan empat gelar Serie A, kemudian tiga di ajang Piala Supercoppa Italia, dan satu dari arena Liga Champions pada musim 1993-94, sebelum di tahun yang sama menggondol gelar  Piala Super Eropa. Bahkan ia pernah dinobatkan sebagai pelatih terbaik Serie A pada tahun 2005, guna melengkapi karir kepelatihannya. Agen Bola

Agen Bola Alasan tim nasional Inggris Melempem

Alasan tim nasional Inggris Melempem

Alasan tim nasional Inggris Melempem

Agen Bola – Premier League Inggris memang telah sekian lama dikenal sebagai salah satu kompetisi terbaik dan kompetisi terpopuler di dunia dengan alibi sisi kompetitifnya. Begitupun juga ketika ajang yang lebih besar seperti kala tim – tim Inggris masuk ke ranah Eropa di mana sejumlah klub mapan Inggris tak jarang mendulang mahkota Champions League secara silih berganti. Dan bahkan pada beberapa tahun terakhir wakil dari Premier League selalu ada di Semifinal atau bahkan final dan beberapa kali bahkan mampu merengkuh piala The Big Ear untuk mereka boyong ke negara asal Elizabeth berasal ini.

Tapi mengapa kesuksesan klub – klub Inggris ini tak berlaku ke tim nasional Inggris yang sekan tak bisa meraih sukses yang sama di level internasional? Bahkan pada perhelatan Piala Dunia terakhir (Afrika Selatan 2010), The Three Lions mesti kandas di babak 16 besar dari salah satu seteru mereka, Jerman. Eks-gaffer Inggris, Fabio Capello, mengaku masih merasakan betapa pedihnya dipulangkan Der Panzer dengan cara yang sangat tragis dengan skor yang cukup mencolok 4 -1 yang pada pertandingan ini juga terjadi insiden kala goal Frank Lampard tak di akui oleh wasit karena wasit beranggapan bola belum melewati garis gawang walaupun di vidio replay jelas terlihat bahwa bola tendangan dari Frank Lampard telah melewati garis gawang.

Cara kami menerima kekalahan (di Afrika Selatan 2010) melawan Jerman, masih terasa perih bagi kami. Terlepas dari kekalahan itu, saya sebenarnya merasa puas. Karena saya mampu membawa tim ini setelah Inggris bahkan tak mampu menembus babak utama Euro 2008 karena disingkirkan oleh Kroasia, tapi di bawah saya, kami dengan mudahnya mampu menjalani dua babak kualifikasi turnamen internasional,” kenang Capello. “Rekor kemenangan saya cukup bagus dan saya juga memasukkan banyak pemain muda seperti Danny Welbeck, Jack Wilshere, Phil Jones, Ashley Young, James Milner dan Joe Hart kala itu. Theo Walcott sudah bermain untuk Inggris, tapi dia mampu bersinar namanya di bawah asuhan saya,” lanjutnya.

Mengapa bisa demikian? Capello pun beralasan sederhana,: “Mereka kelelahan. Inggris merupakan tim dengan kebugaran paling buruk untuk memulai sebuah kompetisi internasional sebesar Piala Dunia,” tambah Capello, seperti disitat HereistheCity, Kamis (1/8/2013). “Liga yang mereka miliki tak punya jeda. Ibaratkan seperti Anda menyetir mobil: jika Anda berhenti di tengah jalan untuk mengisi bensin, maka Anda akan tiba di tujuan yang Anda inginkan dengan selamat. Tapi jika tidak, maka Anda akan kehabisan bensin sebelum mencapai tujuan Anda,” sambung pelatih yang kini membesut tim nasional Rusia itu. “Menurut saya, sepak bola Inggris di paruh pertama merupakan masa-masa yang lebih baik ketimbang paruh kedua. Oleh karena itu, jika Anda menginginkan tim yang kompetitif di Liga Inggris, Anda harus punya skuad yang kompetitif da memiliki kedalaman skuad yang baik – itulah kemewahan yang tak bisa Anda dapatkan di tim nasional,” tuntas Capello. Agen Bola